Sudah 8–9 tahun kerja, sudah coba crypto, saham, sampai reksadana, tapi somehow nothing works. Kalimat itu membuka obrolan kita kali ini, dan mungkin kamu juga pernah merasakannya.
Yoshua Kennedy bekerja di corporate development di salah satu bank lokal di Indonesia: tugasnya menilai kemitraan, investasi ke startup, sampai potensi akuisisi. Kariernya dimulai lewat program management trainee yang memutarnya di divisi retail, wholesale, dan syariah sebelum masuk ke tim strategi. Ketertarikannya pada pasar modal sudah muncul sejak magang di sekuritas waktu kuliah.
Di episode ini Yoshua jujur bercerita soal keputusan-keputusan uang yang ia sesali: beli apartemen hanya tiga bulan setelah mulai kerja lewat program cicil DP, cicilan yang menyedot sekitar 45% gajinya di tahun pertama, lalu bunga yang melonjak dari 4% ke 13% setelah ia pindah bank. Dari situ ia belajar soal pelunasan dipercepat, kenapa ia memilih sewa dibanding beli rumah (untuk saat ini), kenapa orang yang rasional di kantor bisa sangat emosional soal uang sendiri, dan kenapa ia merasa perlu pihak ketiga untuk investasinya.
Ini pengalaman pribadi narasumber, bukan rekomendasi investasi.
Substack is the home for great culture








